Warga Aceh Tenggara yang Bekerja di Bener Meriah Minta Bantuan Pemerintah

ZULKIFLI,S.KOM

- Redaksi

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:52 WIB

50520 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Sebanyak sekitar 500 jiwa warga Aceh Tenggara yang bekerja sebagai buruh harian pemetik kopi di Kabupaten Bener Meriah dan Takengon meminta perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.

Para warga tersebut hingga kini masih bertahan di lokasi perkebunan kopi. Sebagian dari mereka tinggal jauh dari pusat perkotaan, bahkan ada yang menetap di kawasan pegunungan sebagai penjaga kebun kopi. Kondisi ini membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah seorang warga Aceh Tenggara yang bekerja di Bener Meriah, Oby Plis, kepada awak media menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 17 rumah warga Aceh Tenggara dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, warga juga mengeluhkan tingginya harga sembako, khususnya beras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk harga beras di sini sudah sangat mahal, mencapai Rp500.000 per sak. Beras juga sulit didapat karena langka,” ujar Oby.

Ia menambahkan, mayoritas warga Aceh Tenggara yang bekerja sebagai pemetik kopi merupakan masyarakat tidak mampu, sehingga tidak sanggup membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang sangat tinggi.

“Atas kondisi ini, kami berharap kepada Pemerintah Aceh Tenggara agar segera menyalurkan bantuan bahan pokok, terutama beras dan sembako, kepada masyarakat Aceh Tenggara yang saat ini bekerja dan bertahan di Bener Meriah dan Takengon,” harapnya.

Warga berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup mereka di tengah sulitnya akses dan mahalnya kebutuhan pokok di wilayah perkebunan kopi tersebut.

Red

Berita Terkait

WhatsApp Meledak oleh Keluhan Karyawan: Kepala BSI Kutacane Dituding Lakukan Intimidasi dan Pelecehan, Publik Menuntut Transparansi
Rp134 Juta Dana Ketahanan Pangan Diduga Tak Dinikmati Warga, Lembah Haji Minta Penegak Hukum Bergerak Cepat
Dana Ketahanan Pangan Rp Seratus Tiga Puluh Empat Juta Diduga Menguap, Siapa Bertanggung Jawab?
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Kasus Hasan Basri Memanas, Jual Rumah Sendiri Justru Berujung Denda Adat dan Ancaman Laporan ke Aparat
Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Tak Hanya Menindak, Polres Aceh Tenggara Dorong Pemulihan 19 Penyalahguna Narkotika

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:58 WIB

Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:53 WIB

Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima hingga Menko PMK Patroli Naik Heli

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:24 WIB

Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:12 WIB

The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis

Berita Terbaru

ACEH TIMUR

Polres Aceh Timur Jalani Tes Urine dan Pemeriksaan Ponsel

Minggu, 26 Jul 2026 - 12:32 WIB

error: Content is protected !!